Wawasan Hadis Nabi Tentang Wara'

  • Faza A
N/ACitations
Citations of this article
69Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Antara hadis dan tasawuf sebagai cabang keilmuan dalam Islam, kerap memberikan sisi perbedaan secara konseptual maupun praktkal. Tasawuf sebagai amalan simbolik dar perenungan mistisme Islam tidak jarang berujung pada pertentangan dengan praktik nabawi dalam sunnahnya. Tuduhan bid’ah bahkan sesat terhadap praktik riyadhah sufistik sering dihadapkan pada teks hadis nabi. Artikel ini mencoba mengurai salah satu amal maqam sufistik, yakni Wara dalam perspektif hadis. Secara dialogis Maqam Wara akan ditelusuri sejauh mana keberadaan dan pemaknaannya dalam riwayat hadis. Dialog ini akan mengantarkan pada kesimpulan bahwa tidak ada pertentangan antara tasawuf dan hads. Karena pada personafikasi amal ‘mursyid agung’ yakni Rasulullah SAW. Disinilah konsep tasawuf nabawi bisa menjadi wawasan penting khususnya dalam tema wara.

Cite

CITATION STYLE

APA

Faza, A. M. (2018). Wawasan Hadis Nabi Tentang Wara’. Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis, 1(2), 97–110. https://doi.org/10.15575/diroyah.v1i2.2060

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free