Abstract
Jahe (Zingiber Officinale) merupakan merupakan salah satu komoditas pertanian yang menempati posisi penting dalam perekonomian masyarakat indonesia, sebagai rempah-rempah yang diperdagangkan secara luas. Selain sebagai obat, dalam kehidupan sehari-hari dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, seperti bumbu dapur, campuran bahan industri makanan dan minuman, kosmetik, dan parfum. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar minyak atsiri pada rimpang Jahe Gajah yang diekstraksi dengan Air dan alkohol 90% . Desain penelitian adalah eksperimental dengan sampel yang diambil langsung dari perkebunan. Metode ekstraksi yang dipilih adalah destilasi dengan pengulangan tiga kali menggunakan teknik analisa data uji t. Hasil pengujian menunjukan bahwa kadar minyak atsiri pada rimpang jahe gajah yang diekstraksi dengan air sebesar 1,20%, 1,20%, 0,80%, dengan kadar rata-rata 1,07%, sedangkan kadar minyak atsiri rimpang jahe gajah yang diekstraksi dengan alkohol 90% sebesar 0,79%, 0,79%, 0,40% dengan kadar rata-rata 0,66%. Hasil analisa uji t menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (α = 0,05) kadar minyak atsiri pada rimpang jahe gajah yang diekstraksi dengan air dan alkohol. Minyak atsiri yang diekstrak dengan air lebih besar/banyakdibanding dengan minyak atsiri yang diekstraksi dengan alkohol 90%.
Cite
CITATION STYLE
Andari, S. (2020). MEDFARM : JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN. MEDFARM: Jurnal Farmasi Dan Kesehatan, 9(2), 36–41. https://doi.org/10.48191/medfarm.v9i2.32
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.