Pandemi Covid-19 Mengungkapkan Peran Non-Manusia Dalam Tradisi Silaturahmi

  • Tihurua O
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pandemic covid-19 telah mengungkapkan pentingnya peran non-manusia dalam kehidupan kita (baca: manusia), termasuk dalam menciptakan atau merubah tradisi yang kita pegang sejak lama. Artikel ini mengkaji tradisi “Jalan Awat” yang dilakukan masyarakat Geser pada tanggal 2 dan tanggal 3 setiap bulan Syawal (hari kedua dan ketiga hari raya Idul Fitri) di Era Pandemi Covid-19. Tradisi jalan awat merupakan tradisi silaturahmi yang banyak dipraktekan oleh berbagai kebudayaan di Indonesia. Temuan penelitian ini mengungkapkan bagaimana satu entitas non-manusia (baca: covid-19) yang ukurannya sangat mikro mampu merubah tradisi silaturahmi suatu masyarakat yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun. Tulisan ini menggunakan konsep “entanglements” dari Anna L. Tsing dan konsep “konstruksi budaya lingkungan” dari Roy Ellen untuk menjelaskan bagaimana keterlibatan non-manusia dalam kehidupan bersama dengan manusia dalam pembentukan dan perubahan tradisi silaturahmi. Artikel ini juga menemukan model silaturahmi yang khas pada tradisi jalan awat yang disebut sebagai “silaturahmi kolektif”. Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan yang dilakukan oleh penulis di desa Geser pada idul fitri tahun 2020 dan tahun 2021.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tihurua, O. Z. S. (2023). Pandemi Covid-19 Mengungkapkan Peran Non-Manusia Dalam Tradisi Silaturahmi. DIALEKTIKA, 15(2), 27. https://doi.org/10.33477/da.v15i2.4030

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free