Deteksi Komentar Cyberbullying Pada Media Sosial Berbahasa Inggris Menggunakan Naïve Bayes Classification

  • Pardede J
N/ACitations
Citations of this article
138Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial dapat memudahkan pengguna untuk menyampaikan informasi. Selain itu, media sosial juga memberikan dampak negatif dengan cara memposting tulisan kejam atau berkomentar semena-mena tanpa memikirkan akibat pada orang lain. Hal inilah yang menjadikan salah satu terjadinya tindak kekerasan dalam dunia maya (Cyberbullying). Tahapan awal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengolahan bahasa atau yang disebut dengan text preprocessing meliputi tokenizing,casefolding, stopword removal dan stemming. Kemudian feature selection yaitu mengubah dokument teks menjadi matriks dengan tujuan untuk mendapatkan fitur pada setiap kata untuk dijadikan parameter atau kriteria klasifikasi. Untuk pengambilan keputusan apakah komentar mengandung makna bully atau nonbully menggunakan algoritma Naïve Bayes Classification dengan model multinomial naïve bayes. Perhitungan yang dilakukan adalah menghitung nilai probabilitas setiap kata yang muncul berdasarkan classdan nilai perkalian class conditional probability. Berdasarkan hasil eksperimen menggunakan dataset “cyberbullying comments” yang diambil dari Kaggle  akurasi yang didapat sebesar 80%, precission 81% dan recall 80%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pardede, J. (2020). Deteksi Komentar Cyberbullying Pada Media Sosial Berbahasa Inggris Menggunakan Naïve Bayes Classification. Jurnal Informatika, 7(1), 46–54. https://doi.org/10.31311/ji.v7i1.6920

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free