Sosio-Agrikultur Bali untuk Gastronomi Berkelanjutan di Indonesia

  • Zuryani N
N/ACitations
Citations of this article
61Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pertanian seharusnya mendasari gastronomi berkelanjutan. Tanpa pandemi korona sekalipun, menu nasi uduk, merah, campur, dan tumpeng menjadi makanan pokok tak tergantikan penduduk Indonesia. Artikel ini menganalisis perkembangan kuliner Bali dengan tujuan mempromosikan gastronomi lokal untuk tumbuh-kembangnya gaya hidup orang, pasangan menu lama dan baru, rasa yang diperkaya sehingga tercipta cangkokan gastronomi masa depan. Metode kualitatif eksploratif persawahan wilayah Jatiluwih dan penanaman bambu tabah di Bali menjadi acuan. Beras Jatiluwih dan bambu tabah berpotensi meningkatkan kreativitas kuliner seperti ahli teori lokalisasi gastronomi menyarankan transformasi cara makan bersama, magibung yang sehat. Magibung sebagai cangkokan etnopedagogi gastronomi pada industri pariwisata Indonesia dan Bali mendorong pemakaian bahan dasar lokal. Agar gastronomi Bali berkelanjutan, makan magibung berbahan beras Jatiluwih dan bambu tabah diperkenalkan pada kelas pilihan bernama “Sosiologi Kuliner Nusantara”. Kelas ini diajarkan pada mahasiswa sosiologi dan dibuka untuk mahasiswa lain di Universitas Udayana.

Cite

CITATION STYLE

APA

Zuryani, N. (2020). Sosio-Agrikultur Bali untuk Gastronomi Berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 10(2), 627. https://doi.org/10.24843/jkb.2020.v10.i02.p13

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free