Abstract
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Seseorang telah didiagnosis dengan TB aktif (TB yang mempengaruhi paru-paru dan menyebabkan gejala batuk mengeluarkan darah, berkeringat malam hari, menurunkan berat badan demam dan nyeri dada), maka akan diberikan paket obat TB (OAT) yang harus diminum selama enam bulan, di mana obat ini merupakan kombinasi dari beberapa antibiotik. Pengobatan TB terbagi menjadi 2 fase, yaitu fase intensif (2-3 bulan) dan fase lanjutan (4-6 bulan). Paduan obat yang digunakan terdiri dari paduan obat utama dan tambahan. Dalam pengobatan TB, OAT ini merupakan jenis obat utama yang digunakan. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan OAT yang paling serius adalah hepatotoksik. Hepatotoksik adalah reaksi paparan zat yang dapat mengakibatkan kerusakan hati. Pemeriksaan fungsi hati bisa melalui pemeriksaan SGPT. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan tujuan untuk memberikan gambaran dari hasil penentuan kadar Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) pada penderita TB yang menjalani pengobatan 6 bulan – 1 tahun, dengan mengambil serum pasien TB sebanyak 8 sampel, menggunakan metode Kinetik pada alat Fotometer Biochemri BC153. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 sampel yang mengalami peningkatan kadar SGPT dan 5 sampel lainnya tidak mengalami peningkatan kadar SGPT (normal). Pemberian OAT tidak signifikasikan menyebabkan kadar SGPT pada penderita tuberculosis meningkat, akan tetapi pemberian OAT dalam jangka panjang bisa berpengaruh terhadap peningkatan SGPT pada penderita tuberculosis.Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacteria of Mycobacterium tuberculosis. A person who has been diagnosed with active TB (TB that affects the lungs and causes symptoms of coughing up blood, night sweats, weight loss, fever and chest pain), will be given a TB drug package (OAT) that must be taken for six months, where This drug is a combination of several antibiotics. TB treatment is divided into 2 phases, namely the intensive phase (2-3 months) and the continuation phase (4-6 months). The combination of drugs used consists of a combination of the main and additional drugs. In the treatment of TB, OAT is the main type of drug used. The most serious side effect of using OAT is hepatotoxic. Hepatotoxicity is a reaction to exposure to substances that can cause liver damage. Liver function tests can be done through the SGPT test. The type of this research is descriptive, with the aim of providing an overview of the results of determining Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) levels in TB patients who undergo treatment for 6 months - 1 year, by taking 8 samples of serum from TB patients, using the Kinetic method on the Biochemical Photometer BC153. The results showed that there were 3 samples that had increased levels of SGPT and the other 5 samples did not experience an increase in levels of SGPT (normal). Giving OAT does not significantly cause SGPT levels in tuberculosis patients to increase, but long-term administration of OAT can affect the increase in SGPT in tuberculosis patients.
Cite
CITATION STYLE
Rustiah, W. O., Muawanah, M., Rahmawati, R., Azis, N. N., & Rahman, N. (2022). Gambaran Kadar Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) Pada Penderita Tuberculosis Pengobatan 6 Bulan – 1 Tahun. Lontara Journal of Health Science and Technology, 3(2), 96–103. https://doi.org/10.53861/lontarariset.v3i2.300
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.