Abstract
Angka putus sekolah (APTS) merupakan masalah pendidikan di Indonesia yang belum bisa terselesaikan hingga saat ini. Jenjang pendidikan SMA/Sederajat menjadi jenjang dengan angka putus sekolah tertinggi di Indonesia pada tahun 2019, dan DKI Jakarta yang merupakan provinsi maju di Indonesia justru menjadi provinsi dengan APTS jenjang SMA/Sederajat tertinggi di Indonesia tahun 2019. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menemukan karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi status putus sekolah anak pada jenjang SMA/Sederajat di DKI Jakarta tahun 2019. Hasil penelitian ini menemukan bahwa karakteristik anak putus sekolah jenjang SMA/Sederajat di DKI Jakarta tahun 2019 adalah anak dengan jenis kelamin laki-laki, memiliki ART maksimal 4 orang, memiliki KRT berpendidikan tertinggi maksimal SMP/Sederajat, dan lapangan pekerjaan KRT di sektor non pertanian. Dengan menggunakan model regresi logistik diperoleh bahwa tingkat pendidikan KRT dan lapangan pekerjaan KRT berpengaruh signifikan terhadap status putus sekolah jenjang SMA/Sederajat di DKI Jakarta tahun 2019. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa anak yang memiliki KRT berpendidikan maksimal SMP/Sederajat dan KRT yang bekerja di sektor pertanian maupun pengangguran memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk putus sekolah di jenjang SMA/Sederajat.
Cite
CITATION STYLE
Setiadi, Y. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Putus Sekolah Jenjang SMA/Sederajat di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019. Prosiding Seminar Pendidikan Matematika Dan Matematika, 3. https://doi.org/10.21831/pspmm.v3i0.144
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.