Bioethanol Limbah Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis L. Osbeck) Sebagai Peningkatan Nilai Oktan

  • Sutrisno T
  • Falito M
  • Anggono W
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
62Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bioetanol merupakan biofuel yang dapat mengantikan  bahan bakar bensin. Selain itu bioetanol dihasilkan oleh proses fermentasi glukosa kemudian dilanjutkan dengan proses destilasi. Limbah kulit jeruk yang cenderung menjadi sampah organik yang tidak memiliki nilai ekonomis, mengandung kadar glukosa yang cukup tinggi. Oleh karena itu limbah kulit jeruk ini diprediksi dapat dijadikan bahan baku pembuatan bioetanol. Fermentasi dari limbah kulit jeruk ini dapat menghasilkan alkohol dengan kadar 94%. Bioethanol ini digunakan sebagai pencampur bahan bakar bensin dengan RON 90 agar dapat meningkatkan kualitas bahan bakar. Pengujian karaketerisik bioethanol dilakukan dengan pengujian parameter gum konten, kandungan sulfur, distilasi volume penguapan, dan berat jenis. Kemudian campuran bensin dengan bioethanol dengan konfigurasi E20 (20 % ethanol) dan E27 (27% ethanol). Hasil pengujian dinamometer bahan bakar E20 menunjukkan peningkatan daya 2.90% dan 3.18 % dibandingkan dengan bahan bakar bensin 100% RON 90.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sutrisno, T., Falito, M. R., Anggono, W., & Simanjuntak, M. E. (2021). Bioethanol Limbah Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis L. Osbeck) Sebagai Peningkatan Nilai Oktan. Jurnal Teknik Mesin, 18(2), 60–64. https://doi.org/10.9744/jtm.18.2.60-64

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free