Abstract
Stres merupakan kondisi atau keadaan dimana respon fisik dan emosi akan muncul ketika kemampuan dan kebutuhan dari pekerja tidak sesuai dengan persyaratan kerja tersebut. Data statistik menunjukkan sebanyak 440.000 kasus di Inggris dengan angka kejadian sebanyak 1.380 kasus yang mengalami stres akibat kerja. Di Indonesia terutama di Ibu Kota DKI Jakarta menunjukkan bahwa sekitar 1,33 juta dari 9,5 juta jiwa penduduk DKI Jakarta diperkirakan mengalami stres akibat kerja. Dampak dan akibat stres kerja menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2021 mengatakan bahwa akan berdampak dalam jangka pendek dan jangka panjang. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa perusahaan ekpedisi pengantar barang di Tangerang Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kulitas tidur didapatkan ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kualitas tidur (p=0.026); dukungan sosial ttidak ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan dukungan sosial (p=0.572); kelelahan kerja ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kelelahan kerja (p=0.000); beban kerja terhadap stres kerja didapatkan ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan beban kerja (p=0.038); variabel yang paling besar pengaruhnya dalam menentukan skor stres kerja adalah variabel kelelahan kerja.
Cite
CITATION STYLE
Srisantyorini, T., Fauziah, M., Andriyani, A., Permatasari, T. A. E., Hasanah, I., Lusida, N., & Ernyasih, E. (2023). Determinants of Work Stress in Delivery Couriers in South Tangerang Area. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2). https://doi.org/10.30604/jika.v8i3.2002
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.