Abstract
Tidak sedikit kelompok masyarakat yang tertarik untuk belajar musik angklung tetapi terkendala dengan ketersediaan instrukturnya karena relativ masih jarang. Seperti terjadi di desa Wisata Cibuluh Tanjung Siang Kabupaten Subang. Minimnya repertoar aransmen angklung berdasarkan estetika musikal, merupakan permasalahan dalam menstimulus pertunjukan angklung dan vokabuler kekaryaan baru. Tujuan PKM yaitu memberikan pelatihan terhadap instruktur tentang mengeksplorasi pola atau pattern instrumen gamelan Sunda dikembangkan menjadi iringan melodi dasar dari sebuah lagu yang diaransemen. Metode yang digunakan yaitu capasity building melalui pelatihan dan FGD. Dampak dari PKM ini yaitu meningkatnya karya yang telah diaransmen (vokabuler) dan pertunjukan atraksi angklung yang menarik.
Cite
CITATION STYLE
Setiawan, T., & Firmansyah, A. (2021). Pelatihan Instruktur Musik Angklung di Desa Wisata Cibuluh Tanjung Siang Kabupaten Subang. PADMA, 1(2), 136–144. https://doi.org/10.56689/padma.v1i2.494
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.