Abstract
Di daerah penelitian, fasies endapan Kuarter terdiri atas endapan alur sungai yang dipisahkan oleh endapan-endapan cekungan banjir, rawa, dan dataran banjir. Peralihan alur sungai 1, 2, dan ke 3 diinterpretasikan sebagai hasil perubahan tipe sungai dari alur sungai lurus ke berkelok. Perubahan secara tegak dari karakter alur-alur sungai tersebut dapat dihubungkan dengan perubahan dari kelembaban. Rangkaian lingkungan cekungan banjir dan rawa secara tegak dan mendatar memperlihatkan fasies tersebut menyusut dan meluas. Kejadian ini cenderung diakibatkan oleh perubahan iklim. Perubahan secara tegak endapan Kuarter dapat dihubungkan dengan perubahan iklim. Gejala yang dimaksud terlihat pada subinterval fasies pengendapan I.a ke I.c, yaitu pembentukan fasies alur sungai 2 dan fasies dataran banjir (sub interval fasies pengendapan I.b), yaitu selama pembentukan fasies cekungan banjir 2 (sub interval fasies pengendapan II.b) sebagai refl eksi pertambahan iklim secara menerus dari iklim minimum ke maksimum. Sementara, sub interval I.c ke II.c, kelembaban iklim berkurang dari iklim maksimum ke minimum. Mungkin ini dapat disebut sebagai astrostratigrafi atau orbital stratigrafi
Cite
CITATION STYLE
MOECHTAR, H. (2006). Evolusi pengendapan sedimen Kuarter di daerah utara Air Musi, Kota Palembang - Sumatera Selatan. Indonesian Journal on Geoscience. https://doi.org/10.17014/ijog.vol2no1.20071
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.