Abstract
Isu toxic relationship saat ini masih menjadi isu hangat dalam masyarakat baik di luar negeri, maupun di Indonesia. Isu ini pun banyak diangkat dalam media komunikasi massa, salah satunya dalam film pendek All Too Well karya Taylor Swift. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi hegemoni-dominan, negosiasi, dan oposisi penonton terhadap Toxic Relationship dalam film pendek All Too Well karya Taylor Swift. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diambil dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah penonton film pendek All Too Well yakni 6 orang yang dipilih dengan teknik purposive dan objek penelitiannya pemaknaan khalayak terhadap toxic relationship dalam film pendek All Too Well karya Taylor Swift. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis resepsi Stuart Hall dengan tahapnya yakni pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keenam informan yang telah meresepsi Toxic Relationship dalam film pendek All Too Well karya Taylor Swift terdapat 3 orang meresepsi secara hegemoni-dominan, 3 orang meresepsi secara negosiasi, dan tidak ada informan yang meresepsi secara oposisi penuh. Perbedaan resepsi informan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti latar belakang usia, jenis kelamin, dan pengalaman masing-masing.
Cite
CITATION STYLE
Wahidar, T. I., & Shafira Ardhana Reswari. (2022). Analisis Resepsi Toxic Relationship dalam Film Pendek All Too Well Karya Taylor Swift. Medium, 9(2), 332–346. https://doi.org/10.25299/medium.2021.vol9(2).10035
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.