Gambaran Spiritual Well Being dan Psychological Well Being Pasien Hemodialisis

  • Maulana A
  • Sulistyaningsih D
  • Setyawati R
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang: Pasien hemodialisis menghadapi tantangan yang memengaruhi spiritual well-being dan psychological well-being mereka, yang berperan penting dalam kualitas hidup. Tujuan: Menggambarkan spiritual well-being dan psychological well-being pasien hemodialisis Metode: Studi deskriptif kuantitatif dengan 90 responden, menggunakan kuesioner (FACIT-Sp-12) dan kuesioner Psychological Well-Being (PWB) yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Dengan kriteria inklusi penelitian ini yaitu Pasien berusia 18 tahun ke atas, Telah menjalani hemodialisis minimal selama 3 bulan, Menjalani perawatan hemodialisis secara rutin 2x/ seminggu. Hasil: Mayoritas responden perempuan (54.4%), usia 46-55 tahun (33.3%), ibu rumah tangga (40.0%), menikah (83.3%), dan tinggal >10 km dari unit hemodialisis (61.1%). Sebanyak 78.9% memiliki spiritual well-being sedang, sedangkan 97.8% memiliki psychological well-being tinggi. Kesimpulan: Psychological well-being pasien tergolong tinggi, sementara spiritual well-being mayoritas dalam kategori sedang. Faktor pekerjaan, jarak rumah, dan dukungan sosial berpengaruh signifikan.Latar Belakang: Pasien hemodialisis menghadapi tantangan yang memengaruhi spiritual well-being dan psychological well-being mereka, yang berperan penting dalam kualitas hidup. Tujuan: Menggambarkan spiritual well-being dan psychological well-being pasien hemodialisis Metode: Studi deskriptif kuantitatif dengan 90 responden, menggunakan kuesioner (FACIT-Sp-12) dan kuesioner Psychological Well-Being (PWB) yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Dengan kriteria inklusi penelitian ini yaitu Pasien berusia 18 tahun ke atas, Telah menjalani hemodialisis minimal selama 3 bulan, Menjalani perawatan hemodialisis secara rutin 2x/ seminggu. Hasil: Mayoritas responden perempuan (54.4%), usia 46-55 tahun (33.3%), ibu rumah tangga (40.0%), menikah (83.3%), dan tinggal >10 km dari unit hemodialisis (61.1%). Sebanyak 78.9% memiliki spiritual well-being sedang, sedangkan 97.8% memiliki psychological well-being tinggi. Kesimpulan: Psychological well-being pasien tergolong tinggi, sementara spiritual well-being mayoritas dalam kategori sedang. Faktor pekerjaan, jarak rumah, dan dukungan sosial berpengaruh signifikan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Maulana, A., Sulistyaningsih, D. R., & Setyawati, R. (2025). Gambaran Spiritual Well Being dan Psychological Well Being Pasien Hemodialisis. Khatulistiwa Nursing Journal, 7(1). https://doi.org/10.53399/knj.v7i1.323

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free