Abstract
Pemenuhan kebutuhan jasmani harus berlangsung secara seimbang dengan kebutuhan rohani (ora et labora: bekerja dan berdoa). Namun, kebutuhan rohani tersebut kadang justru terabaikan. Sebabnya, para pengikut Kristus tertentu terlalu sibuk dengan pemenuhan kebutuhan bilologis. Kegiatan rohani menjadi kurang atau dianggap tidak penting. Sesuai masalah tersebut, maka tujuan tulisan ini adalah untuk menganalisis kontribusi pemikiran John Wesley mengenai penerapan disiplin rohani melalui Pendidikan Agama Kristen di sekolah dasar. Diperlukan penerapan disiplin rohani sejak masa anak-anak agar terjaga keseimbangan antara hubungan manusia kepada Tuhan (kebutuhan rohani) dengan pemenuhan kebutuhan jasmani. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui pendekatan literatur atau studi kepustakaan. Kemudian, diuraikan tentang penerapan disiplin rohani sebagai kontribusi pemikiran John Wesley dan PAK di sekolah dasar. Hasilnya menunjukkan bahwa, pemikiran John Wesley tentang penerapan disiplin rohani seperti berdoa, menggali isi Alkitab, sakramen serta kehidupan sosialnya ditekankan dalam PAK di sekolah dasar masa kini. Hal ini dapat dilihat melalui beberapa sumber seperti kurikulum dan buku pelajaran yang digunakan. Secara konkrit, penerapan disiplin rohani pada sekolah dasar antara lain; pembiasaan berdoa, menyanyikan lagu rohani, pembacaan Alkitab, termasuk adanya kegiatan ekstrakurikuler pembinaan iman Kristen selain kegiatan mata pelajaran di kelas.
Cite
CITATION STYLE
Sitorus, J., Situmorang, A. M., & Praing, D. I. V. (2022). Kontribusi Pemikiran John Wesley Mengenai Penerapan Disiplin Rohani Melalui Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Dasar. Jurnal Shanan, 6(2), 279–296. https://doi.org/10.33541/shanan.v6i2.3693
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.