Abstract
Limbah padat dari industri pengolahan kelapa sawit merupakan potensi biomassa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu satu biomassa limbah kelapa sawit yang kaya akan hara makro dan mikro serta berpotensi dijadikan pupuk organik padat yaitu cangkang kelapa sawit dan abu boiler. Cangkang sawit kaya akan kandungan karbon organik (C) sementara itu abu boiler kaya akan kalium (K). Untuk lebih memperkaya kandungan dan efikasinya terhadap kesuburan tanah dan tanaman maka dapat dilakukan fortikasi Bakteri Penambat Nitrogen (BPN) dan Bakteri Pelarut Fosfat (BPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi mutu kimia pupuk organik padat cangkang kelapa sawit - abu boiler yang difortifikasi konsorium BPN dan BPF berdasarkan SNI 7763:2024. Percobaan ini meliputi formulasi komposisi dan analisis kuantifikasi mutu kimia dan hara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pupuk organik padat dengan fortikasi BPN dan BPF mengandung senyawa yang bervariasi. Kandungan Nitrogen (N): 0,97%, Fosfor (P): 4,87%, Kalium (K2O): 3,17%, Magnesium (MgO): 3,36%, Karbon Organik (C): 17,64%, Besi (Fe): 6919,8 ppm dan Seng (Zn): 629 ppm. Hasil tersebut telah memenuhi SNI 7763:2024. Hasil ini memberikan gambaran bahwa limbah biomassa minyak sawit memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai produk pupuk organik padat yang berkelanjutan.
Cite
CITATION STYLE
Nova Tribuyana, Yuliantina Yuliantina, Nasir Nasir, Faridatul Mukminah, G. I. S. Putra, & M. Jumadi. (2025). Kuantifikasi Mutu Kimia Pupuk Organik Padat Berbasis Cangkang Kelapa Sawit-Abu Boiler dengan Fortifikasi Konsorsium Bakteri Penambat Nitrogen dan Pelarut Phosfat. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 6(1), 998–1009. https://doi.org/10.47687/snppvp.v6i1.1846
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.