Abstract
Artikel ini menganalisis teknik penafsiran Al-Qur’an yang dikembangkan oleh Imam Muhammad ibn Idris al-Syafi'i, salah satu tokoh sentral dalam sejarah pemikiran Islam Sunni. Fokus utama adalah pada dua karyanya yang monumental: Kitab al-Risālah fī Uṣūl al-Fiqh, yang menjadi fondasi teoretis metodologi yurisprudensinya, dan Kitab Ahkām al-Qur’ān, sebagai manifestasi praktis dari prinsip-prinsip interpretifnya terhadap ayat-ayat hukum. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Syafi'i merumuskan hierarki sumber hukum yang ketat (Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’, Qiyas) dan mengembangkan kaidah-kaidah penafsiran Al-Qur’an yang sistematis, seperti ‘amm wa khass, mutlaq wa muqayyad, nasikh mansukh, serta penekanan kuat pada analisis linguistik bahasa Arab. Implementasi praktis teknik-teknik ini dalam Ahkām al-Qur’ān menunjukkan ketelitiannya dalam menurunkan hukum dari teks suci. Metodologi Imam al-Syafi'i memiliki dampak mendalam terhadap perkembangan ilmu Usul al-Fiqh dan Tafsir, menjembatani perbedaan mazhab dan memberikan kerangka kerja yang kokoh bagi deduksi hukum Islam, yang relevansinya tetap bertahan hingga kini.
Cite
CITATION STYLE
Ruslan Ruslan, Fakhrie Hanief, & Hafiz Mubarak. (2025). Teknik Penafsiran Al-Qur’an Menurut Imam al-Syafi’i dalam Kitab al-Risālah dan Ahkām al-Qur’ān. Interdisciplinary Explorations in Research Journal, 3(2), 431–456. https://doi.org/10.62976/ierj.v3i2.1145
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.