Abstract
Padi Pandanwangi merupakan padi lokal khas Cianjur yang hanya dapat tumbuh optimal di beberapa kecamatan di Kabupaten Cianjur. Belalang kembara (Locusta migratoria) merupakan hama yang paling sering menimbulkan kerusakan berat pada tanaman padi, mulai pada saat di persemaian, fase anakan, fase berbunga maupun fase berbuah. Pemanfaatan cendawan entomopatogen berpotensi untuk mengendalikan hama belalang. Salah satu jenis cendawan entomopatogen tersebut adalah Metarhizium sp. efektif membunuh serangga hama. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2019, menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu P1 (Tepung jagung 100 gram+tepung jangkrik 15%), P2 (Tepung jagung 100 gram+tepung kroto 15%), dan P3 sebagai kontrol (Tepung jagung 100 gram). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa mortalitas belalang kembara terbaik yaitu pada perlakuan 1 dengan rerata mortalitas 67% pada 72 jam dan 33% pada 84 jam. Hasil analisis LT50 menunjukkan bahwa perlakuan 1 dengan jumlah konidia 5.2 x 106 mempunyai nilai LT50 pada 72 jam dan perlakuan 2 dengan jumlah konidia 4.7 x 106, mempunyai nilai LT50 pada 72 jam, sedangkan perlakuan 3 dengan jumlah konidia 4,35 x 106 mempunyai LT50 pada 108 jam. Penambahan tepung serangga pada media biakan dapat merangsang cendawan entomopatogen menghasilkan enzim khitinase yang mampu mendegradasi khitin pada kutikula belalang kembara.
Cite
CITATION STYLE
, R., & Kusnara, S. T. R. (2019). PENAMBAHAN TEPUNG SERANGGA PADA MEDIA PERBANYAKAN Metarhizium sp. UNTUK MENINGKATKAN VIRULENSINYA TERHADAP HAMA BELALANG PADI PANDANWANGI. AGROSCIENCE (AGSCI), 9(2), 178. https://doi.org/10.35194/agsci.v9i2.782
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.