Abstract
Untuk mendapatkan sifat mekanik dari suatu material adalah dengan perlakuan panas (heat treatmen) dan pengontrolan dari pendinginannya. Proses hardening dan quenching adalah salah satu dari perlakuan panas yang sering digunakan. Pada penelitian ini, baja AISI 1045 dilakukan perlakuan panas dengan variasi temperatur 750 °C, 800 °C dan 850 °C, holding time 40 menit kemudian di quenching dengan media oli SAE 20W-50. Dari hasil pengujian tersebut, didapatkan nilai kekerasan optimum didapatkan pada suhu 850 °C dengan nilai kekerasan 26,80 HRC dari sebelum dilakukan perlakuan panas yaitu 12,48 HRC. Disebabkan proses heat treatment dengan suhu tinggi yang diikuti oleh proses pendinginan cepat juga mempengaruhi tingkat kekerasan, semakin tinggi suhu semakin tinggi kekerasannyaUntuk mendapatkan sifat mekanik dari suatu material adalah dengan perlakuan panas (heat treatmen) dan pengontrolan dari pendinginannya. Proses hardening dan quenching adalah salah satu dari perlakuan panas yang sering digunakan. Pada penelitian ini, baja AISI 1045 dilakukan perlakuan panas dengan variasi temperatur 750 °C, 800 °C dan 850 °C, holding time 40 menit kemudian di quenching dengan media oli SAE 20W-50. Dari hasil pengujian tersebut, didapatkan nilai kekerasan optimum didapatkan pada suhu 850 °C dengan nilai kekerasan 26,80 HRC dari sebelum dilakukan perlakuan panas yaitu 12,48 HRC. Disebabkan proses heat treatment dengan suhu tinggi yang diikuti oleh proses pendinginan cepat juga mempengaruhi tingkat kekerasan, semakin tinggi suhu semakin tinggi kekerasannya.
Cite
CITATION STYLE
Sukarno, N. A., Azis, A., Vebriyadi, H., & Sampurno, C. B. K. (2024). Pengaruh Variasi Suhu Terhadap Sifat Kekerasan Baja Aisi 1045 Pada Proses Heat Treatment Dengan Media Pendingin Oli. Perwira Journal of Science & Engineering, 4(2), 78–80. https://doi.org/10.54199/pjse.v4i2.320
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.