Gambaran Pemberian Induksi Misoprostol dan Oksitosin pada Persalinan Pervaginam di RSU PKU Muhammadiyah Bantul

  • Ilham N
  • Artha S
  • Hasmidar H
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendahuluan : Induksi persalinan terjadi antara 10 % sampai 25% dari seluruh persalinan dengan berbagai indikasi baik dari ibu maupun dari janinnya. WHO menemukan di Indonesia dari 500.000 ibu bersalin dengan resiko, 200.000 diantaranya dilakukan induksi persalinan dan 300.000 melakukan seksio sesarea. Ada bebrapa tindakan induksi persalinan yang bisa dilakukan salah satunya dengan pemberian misoprostol dan oksitosin. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa misoprostol efektif untuk induksi persalinan karena dapat mematangkan serviks dan memicu kontraksi miometrium selain itu dari sekian bnyak obat farmakologis yang digunakan untuk induksi oksitosin dan prostaglandin adalah yang paling sering. Tujuan : Penelitian ini mengetahui gambaran keberhasilan pemberian misoprostol dan oksitosin terhadap persalinan pervaginam di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Metode : Cara pengambilan data dengan menggunakan sumber berupa rekam medis periode 2018 – 2019. Subjek penelitian ini sebanyak 140 responden, terdapat 123 (87,9%) subjek untuk oksitosin dan 17 (12,1%) subjek untuk misoprostol. Penelitian ini menggunakan pendekatan Restrospektif dengan tehnik pengambilan Total Sampling. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa pemberian induksi oksitosin dengan kondisi serviks yang lunak 98 responden (86,7%). pemberian induksi oksitosin dengan paritas pada kategori multipara yaitu sebesar 68 responden (90,7%). Pemberian induksi oksitosin dengan umur ibu ≥20 – 35 tahun yaitu sebanyak 110 responden (88,7%). pemberian induksi oksitosin dengan jarak kehamilan <2 tahun  atau >5 tahun yaitu sebanyak 67 responden (88,2%), dan yang terakhir pemberian induksi oksitosin dengan usia kehamilan pada kategori aterm yaitu sebanyak 117 responden (87,3%). Kesimpulan : Berdasarkan obat penginduksi sebagian besar obat yang paling banyak digunakan untuk induksi persalinan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul adalah oksitosin sebanyak 123 responden (87,9%).

Cite

CITATION STYLE

APA

Ilham, N. A., Artha, S. A., Hasmidar, H., Ariani, & Agusliani. (2025). Gambaran Pemberian Induksi Misoprostol dan Oksitosin pada Persalinan Pervaginam di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Kesehatan, 8(2), 224–234. https://doi.org/10.56467/jptk.v8i2.442

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free