Abstract
Induksi High Fat Diet dan aloksan meningkatkan asam lemak bebas yang memicu terbentuknya reactive oxygen species dan resistensi insulin sehingga metabolisme kadar gula darah terganggu. Kandungan antioksidan ekstrak daun Phyllanthus acidus berpotensi dalam stabilisasi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun P.acidus terhadap penurunan gula darah puasa (GDP) dan tingkat kerusakan pankreas mencit diabetes mellitus (DM) tipe II. Penelitian eksperimental menggunakan 24 ekor mencit jantan strain DDY terbagi menjadi enam kelompok yang terdiri dari kelompok normal, kontrol negatif (HFD dan Aloksan), kontrol positif (Metformin), kelompok dosis I (215 mg/kg BB), dosis II (230 mg/kg BB), dan dosis III (245 mg/kg BB). Induksi HFD dilakukan selama 8 minggu dikombinasikan dengan dosis tunggal aloksan 100 mg/kg BB intraperitoneal serta 21 hari perlakuan ekstrak. Data GDP dan histopatologi pankreas diuji dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun P.acidus berpengaruh signifikan terhadap penurunan GDP (p=0,004) serta tingkat kerusakan pankreas mencit (p=0,008). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan, ekstrak daun P.acidus memiliki efek antihiperglikemik terhadap penurunan GDP mencit DM tipe II dalam batas normal sekaligus memicu proses regenerasi sel β pankreas dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan dosis III (245 mg/kg BB) sebagai dosis ekstrak optimal.
Cite
CITATION STYLE
Aminah, F. T. B., & Qomariyah, N. (2023). Efek Antihiperglikemik Ekstrak Daun Ceremai (Phyllanthus acidus) pada Mencit (Mus musculus) Diabetes Mellitus Tipe II. LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 12(3), 363–370. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v12n3.p363-370
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.