Abstract
Studi ini mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik partisipasi sekolah anak-anak di Indonesia pada jenjang usia 7 sampai 15 tahun. Dengan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2012, hasil estimasi model probit menunjukkan bahwa anak laki-laki di Indonesia memiliki peluang lebih besar menjadi out-of-school children (oosc). Begitu pula dengan peluang anak-anak yang tinggal di pedesaan, yang lebih besar menjadi oosc dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal di perkotaan. Ketersediaan sekolah sangat diperlukan pada tingkat sekolah dasar untuk mengurangi oosc. Namun, pada tingkat sekolah menengah pertama penambahan jumlah sekolah tampaknya bukanlah pilihan tepat.
Cite
CITATION STYLE
Fahmi, M., & Marizka, D. (2014). Analisis Karakteristik Anak Tidak Bersekolah di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 14(2), 188–200. https://doi.org/10.21002/jepi.v14i2.05
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.