Perbedaan Efektivitas Gabapentin, Deksametason, dan Gabapentin+Deksametason terhadap Angka Kejadian PONV Pascaoperasi Telinga Tengah

  • Santosa S
  • Putro B
  • Wardhana I
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Post operative nausea vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi tersering pascaoperatif terutama pada operasi risiko tinggi seperti operasi telinga tengah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan efektivitas gabapentin, deksametason, dan gabapentin+deksametason dalam mencegah PONV. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan double blind randomized control trial pada 30 pasien ASA I dan II yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan menjalani operasi telinga tengah dengan anestesi umum di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr Moewardi Surakarta pada Maret–Mei 2019. Kelompok sampel terbagi dalam 3 kelompok, yaitu kelompok deksametason, kelompok gabapentin, dan kelompok gabapentin+deksametason. Pencatatan meliputi skala PONV (0–3) yang dinilai pada jam ke-1, 12, dan 24 pascaoperasi. Analisis statistik yang digunakan untuk uji perbedaan PONV adalah Uji Kruskal. Skala PONV pada jam ke-1, 12, dan 24 antara ketiga kelompok tidak didapatkan perbedaan signifikan (p>0,05). Simpulan, gabapentin, deksametason, dan gabapentin+deksametason tidak memiliki perbedaan efektivitas terhadap angka kejadian PONV pascaoperasi telinga tengah, akan tetapi kombinasi kedua obat tersebut memberikan hasil yang lebih baik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Santosa, S. B., Putro, B. N., & Wardhana, I. T. B. (2022). Perbedaan Efektivitas Gabapentin, Deksametason, dan Gabapentin+Deksametason terhadap Angka Kejadian PONV Pascaoperasi Telinga Tengah. Jurnal Anestesi Perioperatif, 10(1), 1–9. https://doi.org/10.15851/jap.v10n1.2463

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free