STUDI KASUS PENERAPAN TEORI RASIONAL EMOTIF DALAM PENDAMPINGAN BAGI REMAJA YANG SEDANG MENGALAMI KRISIS PERTUMBUHAN

  • SAPUTRI A
  • WIDIANTO B
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pola berpikir para remaja yang dipengaruhi oleh emosi. Teori rasional emotif beranggapan, setiap manusia yang normal memiliki pikiran, perasaan, perasaan, dan perilaku yang ketiganya berlangsung secara bersamaan. Melalui teknik ini Albert Ellis mengungkapkan bahwa proses terapi ini pada dasarnya membentuk pribadi yang rasional, dengan memperoleh jalan pengganti cara-cara berpikir yang irasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui tahapan observasi, wawancara, dan pendampingan. Responden yang diteliti sebanyak delapan orang remaja yang bergabung di persekutuan remaja di GKJ Bibisluhur Surakarta. Menurut teori pertumbuhan, remaja mengalami krisis pertumbuhan pada tahap remaja awal dan tengah, yaitu  usia 10-16 tahun. Krisis yang dihadapi adalah ketidak percayaan, ragu-ragu, dan kebingungan peran. Krisis ini  masih dianggap wajar, karena pada usia sebelumnya remaja  memang belum mengerti akan makna, alasan, dan tanggungjawab yang harus dijaga dan ditingkatkan. Hasil dan kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola-pola  pikir rasional perlu diajarkan kepada remaja supaya remaja dapat menemukan pola-pola berpikir rasional tersebut sebagai penganti pola berpikir yang irasional. menggunakan teori Albert Ellis yaitu Teori A-B-C tentang kepribadian. A adalah keberadaan suatu fakta, tingkah laku, sikap seseorang.. C adalah dampak yang dialami mempengaruhi emosi yang dihadapi. Sedangkan B adalah keyakinan tentang fakta A, dan reaksi emosional yang disebabkan C. Pada bagian A peneliti mendapatkan subjek mengalami krisis kebingungan peran yang disebabkan dari keluarga, diri sendiri dan  teman sebaya. Pada bagian B peneliti menemukan sikap subjek yang menjadi kurang percaya diri, merasa terintimindasi, dan kesepian. Pada bagian C peneliti menemukan reaksi subjek secara emosional mengalami trauma, dan harus dibimbing supaya mudah menjalani kehidupan selanjutnya. Tujuan terapi ini adalah pemahaman bahwa setelah melakukan konseling subjek mendapat efek (E) yaitu menemukan solusi dari pendampingan yang dilakukan peneliti dalam wujud (desputing/D) untuk menemukan gagasan dasar dalam berpikir irasional dan menggantikannya menjadi rasional, sehingga teori A-B-C berakhir menjadi A-B-C-D-E.

Cite

CITATION STYLE

APA

SAPUTRI, A. E., & WIDIANTO, B. (2023). STUDI KASUS PENERAPAN TEORI RASIONAL EMOTIF DALAM PENDAMPINGAN BAGI REMAJA YANG SEDANG MENGALAMI KRISIS PERTUMBUHAN. Jurnal Hasil Penelitian Dan Pengembangan (JHPP), 1(4), 240–246. https://doi.org/10.61116/jhpp.v1i4.194

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free