Dissolving Pulp dari Kayu dan Nonkayu: Tinjauan Proses Pembuatan dan Karakteristiknya

  • Biantoro R
  • Septiningrum K
  • Kardiansyah T
N/ACitations
Citations of this article
68Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pemanfaatan derivat selulosa menjadi viskosa rayon saat ini berkembang secara signifikan; dalam hal ini pulp khusus yang digunakan adalah dissolving pulp. Dissolving pulp ini memiliki karakteristik tertentu seperti kandungan selulosa tinggi (> 90%), kadar hemiselulosa rendah, lignin dan kandungan ekstraktif (kurang dari 10%), reaktivitas selulosa tinggi dengan tingkat distribusi berat molekul dan kecerahan tinggi, serta memiliki viskositas sekitar 200-300 dm3/kg. Saat ini, pembuatan dissolving pulp diarahkan untuk penggunaan bahan baku kayu dan non-kayu yang melimpah dengan menggunakan metode ramah lingkungan. Secara umum terdapat empat metode utama termasuk teknologi konvensional dan terbaru yang dapat digunakan untuk membuat dissolving pulp seperti: 1. Metode bisulfit menggunakan gas SO2 dengan yield sekitar 55 -75%; 2. Metode sulfit-soda yang mampu menghasilkan kandungan selulosa yang tinggi (hingga 96%); 3. Pra-hidrolisis kraft yang merupakan metode populer dalam pembuatan dissolving pulp dan 4. Konversi pulp kertas menjadi dissolving pulp. Dalam makalah ini dibahas pembuatan dissolving pulp menggunakan enzim seperti xilanase dan mono komponen endoglukanase dan kombinasi antara mekanik, kimia dan metode enzimatik. Kata kunci: dissolving pulp, pra-hidrolisis kraft, enzim, konversi pulp kertas

Cite

CITATION STYLE

APA

Biantoro, R., Septiningrum, K., & Kardiansyah, T. (2020). Dissolving Pulp dari Kayu dan Nonkayu: Tinjauan Proses Pembuatan dan Karakteristiknya. JURNAL SELULOSA, 10(01), 35. https://doi.org/10.25269/jsel.v10i01.294

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free