Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbaikan histopatologi hati pada tikus putih diabetes melitus eksperimental setelah pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera). Sebanyak 24 ekor tikus putih jantan diinduksi STZ dosis tunggal sebesar 45mg/KgBB secara intraperitoneal untuk menyebabkan diabetes melitus. Setelah dinyatakan diabetes, tikus dibagi menjadi 6 kelompok terdiri 1 kelompok kontrol dan 5 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol daun kelor, dengan dosis 100mg/KgBB, 200mg/KgBB, 300mg/KgBB, 400mg/KgBB, 500mg/KgBB, selama 5 minggu. Tikus lalu dikorbankan dan diambil organ hatinya untuk pembuatan preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE). Masing-masing preparat histopatologi diperiksa dibawah mikroskop pada lima lapang pandang dengan pembesaran 400x. Data diproses kemudian dianalisis secara statistik dengan uji Non Parametrik Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney bila terdapat perbedaan yang bermakna (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa organ hati mengalami perbaikan akibat dari kerusakan diabetes melitus setelah pemberian ekstrak etanol daun kelor dengan dosis 400 mg/KgBB.
Cite
CITATION STYLE
Pidada, I. A. A., Setiasih, N. L. E., & Winaya, I. B. O. (2018). Daun Kelor Memperbaiki Histopatologi Hati Tikus Putih yang Mengalami Diabetes Melitus. Buletin Veteriner Udayana, 50. https://doi.org/10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p08
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.