Strategi Coping dan Subjective Well-Being Remaja Pasca Aborsi di Samarinda

  • Wijayanti A
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi antara kanak-kanak dan dewasa dan mereka relatif belum mencapai tahap kematangan mental serta sosial sehingga harus menghadapi tekanan emosi, psikologi, dan sosial yang saling bertentangan.Remaja indonesia saat ini sedang mengalami perubahan sosial yang cepat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern, yang juga mengubah norma-norma, nilai-nilai dan gaya hidup mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengaruh strategi coping dan subjective well-being remaja pasca aborsi di Samarinda. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenolgi. Peneliti menggunakan teknik snowball sampling, metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan ketiga subjek.Hasil penelitian Strategi coping yang dilakukan subjek pasca aborsi berfokus pada masalah yaiu dengan mendekatkan diri kepada tuhan, beriterospeksi diri dan fokus pada kuliah.Subjective well-being pada subjek pasca aborsi akan meningkatkan kualitas hidup mereka saat keinginannya tercapai serta didukung oleh lingkungan sekitar.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wijayanti, A. (2016). Strategi Coping dan Subjective Well-Being Remaja Pasca Aborsi di Samarinda. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i2.4009

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free