Abstract
Sebagian besar negara di dunia saat ini tengah mengalami fenomena penuaan penduduk, tak terkecuali Indonesia. Sejak tahun 2021 Indonesia telah memasuki struktur penduduk tua. Penuaan penduduk menjadi tantangan pembangunan akibat lansia yang rentan dan tidak sejahtera, khususnya mereka yang bekerja. Secara nasional, Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi dengan persentase pekerja lansia tertinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang memengaruhi kesejahteraan pekerja lansia berstatus KRT dengan menggunakan data Susenas tahun 2022. Adapun metode yang digunakan adalah regresi logistik biner multilevel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 40,15 persen pekerja lansia berstatus KRT di Provinsi NTT tergolong tidak sejahtera. Kemudian, variabel usia, jenis kelamin, klasifikasi wilayah, pendidikan, status perkawinan, kepemilikan jaminan pensiun, dan penggunaan handphone pada tingkat individu, serta variabel rasio fasilitas kesehatan, dan rasio kejadian kejahatan pada tingkat kabupaten/kota berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan pekerja lansia KRT di Provinsi NTT. Kecenderungan lansia untuk tidak sejahtera paling besar adalah lansia yang berusia tua, perempuan, tinggal di perdesaan, pendidikan terakhir yang ditamatkan SD/sederajat, belum pernah kawin, tidak memiliki jaminan pensiun, tidak menggunakan handphone, rasio fasilitas kesehatan di kabupaten/kota rendah dan rasio kejadian kejahatan di kabupaten/kota tinggi. Variasi ketidaksejahteraan pekerja lansia KRT yang disebabkan oleh perbedaan karakteristik setiap kabupaten/kota sebesar 4,56 persen.
Cite
CITATION STYLE
Yendri, R. Z., & Prasetyo, A. (2024). Analisis Variabel-Variabel yang Memengaruhi Kesejahteraan Pekerja Lansia Berstatus KRT di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2022. Jurnal Ketenagakerjaan, 19(2), 200–217. https://doi.org/10.47198/jnaker.v19i2.368
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.