Abstract
Tanaman sirih merah (Piper ornatum N.E.Br.) telah digunakan secara empiris dan terbukti memiliki berbagai macam aktivitas farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan serta kadar flavonoid ekstrak etanol daun sirih merah dengan metode ekstraksi maserasi dan ultrasound-assisted extraction (UAE). Aktivitas antioksidan dinyatakan dengan nilai IC50 sedangkan kadar flavonoid dinyatakan dalam nilai QE (Quercetin equivalent). Daun sirih merah diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi dan Ultrasound-assisted extraction (UAE) dengan variasi waktu 10, 20, 30, 40 menit. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan penetapan kadar flavonoid secara spektrofotometri dengan pereaksi AlCl3. Hasil uji antioksidan menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak maserasi memiliki nilai IC50 36,54 ppm sedangkan ekstrak ultrasonik 40 menit memiliki nilai IC50 sebesar 30,54 ppm. Hasil penetapan kadar flavonoid ekstrak maserasi dan ultrasonik 40 menit menunjukkan kadar flavonoid secara berturut-turut sebesar 4,07 mgQE/g dan 4,32 mgQE/g ekstrak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Ultrasound-assisted extraction merupakan metode ekstraksi yang menghasilkan aktivitas antioksidan serta kadar flavonoid yang lebih baik daripada metode maserasi.
Cite
CITATION STYLE
Lukmayani, Y., Giffar Abdiljabbar Najmudin, & Kiki Mulkiya Yuliawati. (2024). PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper ornatum N.E.Br.) DENGAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN ULTRASOUND-ASSISTED EXTRACTION. Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, 7(2), 179–191. https://doi.org/10.29313/jiff.v7i2.3177
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.