Guru BK perempuan Jawa-Melayu dan laki-laki Batak lebih mempengaruhi self-disclosure konseli

  • Gutji N
  • Wahyuni H
N/ACitations
Citations of this article
56Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Guru BK hendaknya memahami perbedaan budaya antara dirinya dan konseli untuk memudahkan proses self-disclosure dalam konseling individu. Penelitian ini bertujuan memaparkan hasil uji empirik mengenai perbedaan self-disclosure konseli dalam konseling individu ditinjau dari jenis kelamin & budaya guru BK/Konselor. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan desain komparatif. Populasi sebanyak 765 siswa, penarikan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 224 siswa yang pernah mengikuti konseling individu. Pengumpulan data menggunakan instrumen Self-Disclosure dalam Konseling Individu (SSKI). Analisis data meliputi uji persyaratan analisis, dan uji hipotesis menggunakan Anova dua jalur.  Penelitian menghasilkan perbedaan nilai rata-rata budaya Melayu perempuan 82,075 laki-laki 75,800; budaya Batak perempuan 82,067 laki-laki 86,500; dan pada budaya Jawa perempuan 87,487 laki-laki 83,086. Kesimpulannya, konseli cenderung lebih terbuka pada guru BK berjenis kelamin perempuan dengan budaya Jawa dan Melayu Jambi. Berbeda dengan Batak, konseli cenderung lebih terbuka pada guru BK laki-laki.

Cite

CITATION STYLE

APA

Gutji, N., & Wahyuni, H. (2021). Guru BK perempuan Jawa-Melayu dan laki-laki Batak lebih mempengaruhi self-disclosure konseli. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 4(3), 415–428. https://doi.org/10.26539/teraputik.43543

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free