TINGKAT ADOPSI PETANI PADA PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) KEDELAI (GLYCINE MAX L) DI KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT

  • Hermiati H
  • Nirmawati N
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebagai bagian dari revitalisasi pembangunan pertanian, pemerintah telah bertekad untuk meningkatkan produktivitas kedelai nasional menuju swasembada tahun 2015. Program ini harus didukung oleh semua pihak yang terkait, dalam proses produksinya. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa tingkat produksi nasional lebih ditentukan oleh areal tanam dari pada tingkat produktivitas. mengingat produktivitas tanaman kedelai di tingkat petani masih rendah (1,3 ton/ha) dengan kisaran 0,6-2,0 ton/ha, padahal teknologi produksi yang tersedia mampu menghasilkan 1,7-3,2 ton/ha. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas perlu dilakukan terobosan dalam memproduksi kedelai yang mampu memberikan produktivitas tinggi dengan proses produksi yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani pada penerapan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) pada budidaya kedelai di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftip yaitu metode pemecahkan masalah yang ada pada waktu sekarang dengan jalan mengumpulkan data, menyusun, menganalisa dan menginterpretasikan dan kemudian menarik suatu kesimpulan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hermiati, H., & Nirmawati, N. (2022). TINGKAT ADOPSI PETANI PADA PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) KEDELAI (GLYCINE MAX L) DI KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT. Jurnal Neraca Peradaban, 2(1), 52–61. https://doi.org/10.55182/jnp.v2i1.94

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free