Penentuan Waktu Simpan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Metode Pengasapan Tradisional

  • Wadli W
  • Bashar A
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bawang merah memiliki kadar air tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan selama masa penyimpanan. Penanganan pasca panen yang banyak dilakukan oleh para petani di Kabupaten Brebes pada umumnya masih secara sederhana/tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk  Mengetahui pengaruh  metode  pengasapan  terhadap  kualitas  bawang  merah  selama penyimpanan dan umur simpan bawang merah. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 2 ulangan.  Faktor yang dicoba meliputi lama penyimpanan   yaitu 3, 6,  9, 12 minggu. Variabel pengamatan pada penelitian meliputi, kadar air, susut bobot, tekstur serta penentuan umur simpan. Hasil penelitian ini adalah Perlakuan pengasapan memberikan pengaruh nyata terhadap kualitas bawang merah selama penyimpanan terhadap kadar air, susut bobot dan tekstur. Mutu bawang merah selama 12 minggu atau 3 bulan dapat dipertahankan dari semua perlakuan dengan kondisi penyimpanan kadar air metode tradisional tertinggi 83,27% dengani rata-rata 68,82%, susut bobot tertinggi 24% terendah 3,5%, kekerasaan umbi cenderung stabil 4,14 N menjadi 4,36 N sampai akhir penyimpanan, Metode pengasapan dapat memperpanjang umur simpan umbi bawang merah adalah perlakuan dengan lama penyimpanan 9 minggu.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wadli, W., & Bashar, A. (2024). Penentuan Waktu Simpan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Metode Pengasapan Tradisional. Jurnal Ilmu Pangan Dan Hasil Pertanian, 8(1), 122–131. https://doi.org/10.26877/jiphp.v8i1.19352

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free