Abstract
Masalah stunting masih menjadi perhatian global untuk ditangani berbagai pihak. Penanggulangan stunting memerlukan pendekatan multisektoral, termasuk melibatkan pendidikan tentang gizi serta akses yang lebih baik terhadap pangan bergizi. Edukasi tentang gizi dan keamanan pangan kepada perempuan menjadi langkah awal penceggahan stunting. Kelurahan Kalibening di Kota Salatiga, merupakan wilayah yang menunjukkan kasus stunting paling tinggi diantara kelurahan lain. Dalam kegiatan pengabdian ini bertujuan edukasi tentang gizi dan keamanan pangan terfokus pada masyarakat perempuan, khususnya anggota PKK Kelurahan Kalibening, sebagai upaya awal pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menerapkan teknik penyuluhan yakni teknik untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta kegiatan pengabdian masyarakat melalui tutorial penjelasan asli. Sejumlah 28 perempuan yang merupakan anggota PKK RW III hadir sebagai peserta penyuluhan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Materi yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan meliputi jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh, nilai gizi dalam berbagai jenis makanan, pengenalan menu B2SA (Beragam, Begizi, Seimbang, dan Aman), khususnya makanan bergizi bagi anak dan ibu hamil, dan cara menyimpan dan mengolah makanan yang aman. Evaluasi respons hasil kegiatan penyuluhan dilakukan melalui pengisian kuesioner menunjukkan hasil yang baik, meliputi kepuasan terhadap materi yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan, kepuasan terhadap narasumber, kepuasan terhadap fasilitas atau prasarana penyuluhan yang digunakan, kepuasan terhadap kegiatan penyuluhan secara keseluruhan. Respons anggota PKK terhadap kegiatan penyuluhan sangat baik, dengan modus skor kepuasan yakni 3.The problem of stunting is still a global concern to be addressed by various parties. Overcoming stunting requires a multi-sectoral approach, including nutrition education and better access to nutritious food. Educating women about nutrition and food safety is the first step in preventing stunting. Kalibening urban village in Salatiga City has the highest number of stunting cases among other urban villages. This community service activity aims to educate the female community, especially members of the Kalibening Village PKK, about nutrition and food safety as an initial effort to prevent stunting. This community service activity applies the extension technique, which is a technique to increase the knowledge and insight of community service activity participants through original explanation tutorials. A total of 28 women who are members of the PKK RW III attended as counselling participants in community service activities. The materials presented in the counselling activities include the types of nutrients needed by the body, nutritional values in various types of food, introduction to the B2SA menu (Diverse, Nutritious, Balanced, and Safe), especially nutritious food for children and pregnant women, and how to store and process safe food. Evaluation of the response to the results of extension activities carried out through filling out questionnaires showed good results, including satisfaction with the material presented in the extension activities, satisfaction with the resource persons, satisfaction with the extension facilities or infrastructure used, satisfaction with the extension activities as a whole. The response of PKK members to extension activities is very good, with a mode of satisfaction score of 3.
Cite
CITATION STYLE
Pudjihartati, E., Herawati, M. M., Prihtanti, T. M., & Novinanto, A. (2025). PENINGKATAN PEMAHAMAN PEREMPUAN TENTANG GIZI DAN KEAMANAN PANGAN SEBAGAI UPAYA AWAL PENCEGAHAN STUNTING. Jurnal Abdi Insani, 12(8), 3975–3984. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v12i8.2797
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.