Analisis Wacana Kritis Model Fairclough pada Pidato Sri Sultan HB X dalam Rangka Peringatan Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY

  • Suharti S
  • Risnadyatul H. R
  • Purwati N
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara bahasa dan struktur sosial budaya pada teks pidato Sri Sultan HB X pada peringatan satu dasawarsa keistimewaan Yogyakarta. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Fairclough. Dimensi analisisnya mencakup teks, praktik wacana, sosial budaya sesuai kerangka analisis Fairclough. Dimensi-dimensi tersebut menghubungkan mulai tingkat teks hingga tingkat praktik sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sri Sultan HB X ingin menggambarkan Yogyakarta memiliki kelayakan hidup yang baik, dan masyarakatnya memiliki filosofi Jawa yang diterapkan dalam kehidupan. Representasi tindakan sosial budaya untuk meneguhkan keistimewaan Yogyakarta ditunjukkan melalui upaya adaptasi budaya dan tradisi terhadap nilai-nilai baru. Sosok Sri Sultan HB X sebagai kepala daerah dan raja ditunjukkan agar pidato yang disampaikan selalu didengar oleh rakyatnya. Kata Kunci: Sri Sultan, keistimewaan, budaya,  pidato, wacana kritis

Cite

CITATION STYLE

APA

Suharti, S., Risnadyatul H., R., & Purwati, N. (2023). Analisis Wacana Kritis Model Fairclough pada Pidato Sri Sultan HB X dalam Rangka Peringatan Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY. Jurnal Bastrindo, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.29303/jb.v4i1.957

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free