Abstract
Pendidikan merupakan satu hal yang penting untuk masa depan seorang anak untuk generasi bangsa, namun kenyataanya banyak anak yang harus rela mengorbankan sekolahnya karena kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik. Badan Pusa Statistik (BPS) mencatat bahwa persentase kemiskinan penduduk di DKI Jakarta sebesar 4,69% per maret 2022. Angka ini meningkat 0,02 poin dari bulan September 2021 dengan presentase sebesar 4,67 %. Persentase 4,69% merupakan angka tertinggi kedua, dimana DKI Jakarta pernah mengalami angka kemiskinan dengan persentase 4,72%. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan gambaran tentang program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah sebagai upaya untuk menekan angka putus sekolah untuk usia sekolah dasar terletak di DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Grounded Theory. Tahapan dari grounded theory dimulai dari menganalisis permasalahan yang ada dilapangan, menelaah studi literasi yang relevan dengan permasalahan, dilanjutkan dengan pengumpulan data serta penganalisisan data untuk ditarik suatu kesimpulan akhir. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kefeektifan suatu program dapat dilihat dari 3 indikator yaitu 3 indikator, yang pertama adalah rata-rata lama sekolah, kemudian rasio guru-murid murid-kelas dan angka partisipasi kasar. Ketiga indikator tersebut dapat dijadikan patokan sebagai salah satu cara untuk melihat keefektivitas suatu program yang dijalankan.
Cite
CITATION STYLE
Sa’adah, F., Sarifah, I., & Imaningtyas, I. (2022). Efektivitas Program Kartu Jakarta Pintar di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Mengurangi Putus Sekolah di DKI Jakarta. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(5), 6617–6624. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i5.3137
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.