Pengaruh Jenis dan Tingkat Ketebalan Mulsa pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria vesca)

  • Yoskar K
  • Suminarti N
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Buah stroberi mengandung sejumlah vitamin, mineral maupun gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia yang dapat dikonsumsi secara segar maupun diolah menjadi olahan seperti dodol, selai, manisan, minuman, maupun campuran dari aneka macam makanan. Pengembangan tanaman stroberi terus mengalami peningkatan. Namun, target pengembangannya masih terbatas pada wilayah dataran tinggi. Selain itu, dengan adanya kegiatan alih fungsi lahan, maupun akibat terjadinya kompetisi yang kuat diantara komoditas hortikultura itu sendiri, menyebabkan makin berkurangnya luas lahan di wilayah tersebut. Maka target pengembangan tanaman di arahkan ke lahan kering. Namun, hal yang sangat perlu diperhatikan dalam usahatani lahan kering adalah kompleksnya kendala yang harus dihadapi, khususnya adalah rendahnya tingkat ketersediaan air bagi tanaman. Oleh karenanya, rekayasa lingkungan yang mengarah pada penekanan kehilangan air perlu dilakukan, yaitu melalui aplikasi mulsa. Dengan adanya pemberian jenis dan tingkat ketebalan mulsa diharapkan dapat memudahkan dalam pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi di lahan kering. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari dan menentukan pengaruh kombinasi jenis dan tingkat ketebalan mulsa yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi yang ditanam di lahan kering. Hipotesis dari penelitian ini adalah penggunaan jenis dan tingkat ketebalan mulsa yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi. Kegiatan penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, dimulai dari bulan April hingga bulan Juli 2021 di kebun percobaan Agrotechnopark Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: alat tulis, timbangan analitik, cangkul, gembor, kamera, penggaris atau meteran, oven, ember, Leaf Area Meter (LAM), soil moisture tester, cetok, thermometer, jangka sorong, gunting, lux meter, papan nama, dan pH meter. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit stroberi varietas California yang sudah berumur 2 bulan, air, mulsa jerami, mulsa sekam padi, tanah, pupuk nitrogen (urea: 46% N) dan pupuk fosfor (SP36: 36% P2O5). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Kombinasi perlakuan antara lain, yaitu: P1: Tanpa Mulsa, P2: Mulsa Jerami Padi dan Ketebalan 2 cm, P3: Mulsa Jerami Padi dan Ketebalan 4 cm, P4: Mulsa Jerami Padi dan Ketebalan 6 cm, P5:…

Cite

CITATION STYLE

APA

Yoskar, K. A., & Suminarti, N. E. (2023). Pengaruh Jenis dan Tingkat Ketebalan Mulsa pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria vesca). Produksi Tanaman, 011(01), 69–76. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2023.011.01.08

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free