ANALISIS RANTAI NILAI KAKAO DI KABUPATEN BOALEMO, PROVINSI GORONTALO

  • Engelen A
  • Akuba R
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pengolahan biji kakao di tingkat petani hingga pedagang besar masih sangat sederhana dan umumnya belum di fermentasi. Pengembangan sektor pertanian melibatkan berbagai aspek rantai nilai, baik pada tahap bercocok tanam, pengumpulan, perdagangan, maupun pengolahan. Dengan demikian, agar produk pertanian yang dihasilkan memiliki daya saing yang tinggi, maka dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan aspek rantai nilai dari usaha tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis rantai nilai kakao di Kabupaten Boalemo secara mendalam, menyediakan basis data untuk acuan pengembangan rantai nilai komoditas kakao di Kabupaten Boalemo, menyusun rekomendasi bagi strategi pengembangan yang komprehensif (masukan bagi master plan) untuk komoditas kakao di Kabupaten Boalemo. Analisis Rantai Nilai Kakao sangat bermanfaat untuk mengklasifikasi, menganalisis, dan memahami perubahan sumber daya melalui proses menjadi produk hingga jasa akhir sehingga dapat menganalisa produktivitas dan nilai tambah dari kakao. Komoditi kakao merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mendominasi di Kabupaten Boalemo dengan luas areal mencapai 2530 ha (sementara produksi), 1455 ha (sudah produksi), 277 ha (lahan yang sudah tua) dengan frekuensi panen yang dilakukan 2 kali setahun (febuari-mei dan juli-september).

Cite

CITATION STYLE

APA

Engelen, A., & Akuba, R. H. (2016). ANALISIS RANTAI NILAI KAKAO DI KABUPATEN BOALEMO, PROVINSI GORONTALO. Jurnal Technopreneur (JTech), 4(2), 100–106. https://doi.org/10.30869/jtech.v4i2.62

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free