Kepemimpinan Perempuan dalam Jemaat GPM Porto Saparua: Analisis Ketimpangan Gender dari Perspektif Teologis dan Budaya

  • Tupamahu M
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ketidaksetaraan gender dalam kepemimpinan perempuan di jemaat GPM Porto dipengaruhi oleh interpretasi teologis yang konservatif, sistem patriarki, dan budaya sosial yang meminggirkan perempuan. Meskipun ada pengakuan resmi terhadap perempuan dalam pelayanan gerejawi, laki-laki terus memegang peran yang berpengaruh. Hambatan struktural, budaya, dan psikologis yang menghalangi perempuan untuk melayani dalam peran kepemimpinan gereja diidentifikasi dalam penelitian ini dengan menggunakan metodologi kualitatif berbasis kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya dukungan teologis dan struktural bagi para pemimpin perempuan, serta pembacaan literal dari teks-teks Alkitab yang bias gender, telah melanggengkan kesenjangan ini. Namun, para pendeta perempuan yang telah berhasil mengatasi hambatan-hambatan ini menunjukkan gaya kepemimpinan transformatif yang partisipatif, kolaboratif, dan berempati. Untuk mencapai kesetaraan kepemimpinan dalam tubuh gereja, penelitian ini menyarankan tindakan afirmatif, pendidikan yang peka terhadap gender, dan reformasi teologis, dan inilah yang menjadi tujuan penulisan dari tulisan ini. Akibatnya, gereja menghadapi masalah untuk berkembang menjadi komunitas iman yang inklusif, adil, dan peka terhadap dinamika sosial dunia modern.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tupamahu, M. (2025). Kepemimpinan Perempuan dalam Jemaat GPM Porto Saparua: Analisis Ketimpangan Gender dari Perspektif Teologis dan Budaya. KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen Dan Pemberdayaan Jemaat, 6(2), 99–112. https://doi.org/10.34307/kinaa.v6i2.202

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free