Analysis of Factors Causing High Non-Specialized Referral Ratio of Inpatient Primary Health Centers

  • Fadila R
  • Purnomo A
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebagai bagian dari sistem kendali mutu dan kendali biaya dalam pelayanan kesehatan, pemberian layanan kesehatan kepada peserta JKN harus dilaksanakan secara berjenjang sesuai indikasi medis. Fakta menunjukkan bahwa Puskesmas belum menjalankan fungsinya sebagai gatekeeper dengan baik karena tingginya angka rujukan terutama untuk pelayanan non spesialistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran terkait penyebab tingginya angka rasio rujukan non spesialistik di Puskesmas Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancang bangun penelitian yaitu cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 4 puskesmas yang merupakan puskesmas rawat inap dengan rasio rujukan non spesialistik > 2% di Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang paling banyak dirujuk adalah insulin-dependent diabetes mellitus. Seluruh puskesmas rawat inap dengan rasio rujukan non spesialistik tinggi tidak memiliki sarana dan prasarana yang lengkap sesuai dengan standar. Selain itu, sebanyak 75% Puskesmas tidak memiliki jenis tenaga kesehatan berdasarkan Permenkes 43 tahun 2019. Dalam hal ini, pemerintah daerah harus selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan sarana, prasarana dan tenaga kesehatan, agar puskesmas dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fadila, R., & Purnomo, A. F. (2021). Analysis of Factors Causing High Non-Specialized Referral Ratio of Inpatient Primary Health Centers. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(2), 144–149. https://doi.org/10.25311/keskom.vol7.iss2.910

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free