Abstract
This research was done relation with the emergency of the problem about effort for poverty reduction understaken by governments who often considered lacking et maximal, because had a negative impact which make work lazy cultural and drape their life on the aid given by the government. The relation to that, so government of Blitar City has set a way to solve these problems by apply stub “Policy Free Education for The Civil Society at Blitar City through Program Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun”. This research carrying to answer over (1) How is the implementation of program rintisan wajib belajar 12 tahun” at Blitar City, (2) How is the performance implementation, and (3) What is the dynamics that appear in the process of the implementation. This research used mixed methods approach with the use model of concurrent triangulation. The data collection techniques by interviews, observation, documentation and questionnaire. Based on the research results can be obtained that in the program implementation have been good enough, that was reviewed of some aspect: initiation taken by the mayor to development human resources through program rintisan wajib belajar 12 tahun”. Support a sufficient budget resources. The results of the implementation of seen from scoring output indicators are program of them: free education reached all students at public schools and private schools. Free education considered beneficial for less well of students and not influential for capable students. The support factor: implementing officials who prioritize education above other sectors. While factors that hampers: the weakness regulation “Program Wajib Belajar 12 Tahun” resulting tug diversion of authority to manage a high school education, the lack of role from parents in terms of children education, the lack of socialization from sides of school about free schooling program.Resumo alternativo:Penelitian ini dilakukan terkait dengan munculnya permasalahan mengenai upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh Pemerintah yang sering kali dinilai kurang mendapatkan hasil yang maksimal, karena menimbulkan dampak negatif yaitu menciptakan budaya malas bekerja serta menggantungkan hidupnya pada bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Pemerintah Kota Blitar telah menetapkan solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menerapkan Program Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun. Penelitian ini mencoba menjawab atas (1) bagaimana implementasi program rintisan wajib belajar 12 tahun di Kota Blitar; (2) bagaimana kinerja implementasinya; (3) apa saja dinamika yang muncul dalam proses implementasi. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan menggunakan model concurrent triangulation. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh bahwa di dalam implementasi program sudah dilaksanakan dengan cukup baik, hal tersebut ditinjau dari beberapa aspek diantaranya: Adanya inisiasi yang diambil oleh Walikota untuk mengembangkan sumberdaya manusia melalui Program Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun. Dukungan sumberdaya anggaran yang memadai. Hasil implementasi dilihat dari penilaian indikator keluaran program diantaranya: pendidikan gratis sudah menjangkau seluruh pelajar baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta; pendidikan gratis dinilai bermanfaat bagi siswa kurang mampu dan tidak bergitu berpengaruh bagi siswa mampu. Faktor pendukung: adanya komitmen pejabat pelaksana yang lebih memprioritaskan pendidikan di atas sektor yang lain. Sedangkan faktor penghambat: lemahnya regulasi wajib belajar 12 tahun mengakibatkan tarik ulur pengalihan kewenangan pengelolaan pendidikan sekolah menengah, kurangnya peran serta orang tua dalam hal pendidikan anak, Kurangnya sosialisasi dari pihak sekolah terkait program pendidikan gratis.
Cite
CITATION STYLE
Maharani, W. M., & . S. (2016). KEBIJAKAN PENDIDIKAN GRATIS BAGI MASYARAKAT KOTA BLITAR (Studi Implementasi Program Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun Berdasarkan Peraturan Walikota Blitar Nomor: 8 Tahun 2015). Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 1(2). https://doi.org/10.26905/pjiap.v1i2.441
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.