Politik Identitas dan Pengaburan Dialog Antaragama di Media Sosial melalui Analisis Live TikTok

  • Pangemanan J
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fenomena politik identitas di era digital memengaruhi pola interaksi dan dinamika dialog keagamaan. Penelitian ini menganalisis bagaimana makna dialog antaragama mengalami pengaburan melalui studi kasus siaran langsung TikTok Elia Myron, dengan memanfaatkan teori tindakan komunikatif Jürgen Habermas serta teori identitas sosial dari Tajfel, Turner, dan Castells. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial, meskipun menyediakan ruang baru bagi perjumpaan lintas iman, justru sering memperdalam polarisasi melalui bias ingroup–outgroup, prasangka sosial, dan klaim kebenaran eksklusif. Interaksi daring yang diamati kerap tidak memenuhi prinsip komunikasi ideal Habermas, seperti kesetaraan partisipasi, kebebasan dari dominasi, dan ketulusan dalam argumentasi. Agama dalam konteks digital tampak ambivalen: dapat menjadi sumber perdamaian, namun juga mudah dijadikan alat konflik identitas. Studi ini menegaskan urgensi etika komunikasi yang membebaskan untuk mengelola dialog antaragama di ruang digital. Praktik komunikasi inklusif dan rasional diperlukan guna membangun ruang publik daring yang dialogis, toleran, dan berorientasi pada perdamaian.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pangemanan, J. L. F. (2026). Politik Identitas dan Pengaburan Dialog Antaragama di Media Sosial melalui Analisis Live TikTok. Educatio Christi, 7(1), 111–122. https://doi.org/10.70796/educatio-christi.v7i1.329

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free