Abstract
Indonesia memiliki visi besar menjadi negara maju pada tahun 2045 melalui agenda Indonesia Emas, di mana kemandirian pangan menjadi salah satu pilar strategis dalam menjaga ketahanan nasional dan daya saing global. Tantangan sektor pangan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, degradasi sumber daya lahan dan air, dominasi petani kecil, ketimpangan produksi antarwilayah, stagnasi produktivitas, hingga tingginya food losses dan food waste dalam rantai pasok agribisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja kemandirian lima komoditas pangan pokok nasional serta merumuskan peta jalan menuju kemandirian pangan berkelanjutan Indonesia 2045. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui analisis rasio swasembada dan kemandirian pangan periode 2020–2024 dengan data sekunder dari BPS, FAO, dan Kementerian Pertanian. Hasil kajian menunjukkan bahwa beras dan jagung tergolong mandiri dengan produksi dalam negeri di atas 90%, sementara kedelai, gula pasir, dan daging sapi masih bergantung pada impor. Kondisi ini menandakan perlunya transformasi kebijakan dari sekadar swasembada menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan, berorientasi ekologi, dan berdaya saing ekspor. Roadmap yang disusun mencakup empat tahapan: (1) Fondasi Kedaulatan Pangan (2025–2030); (2) Industrialisasi Pangan Berbasis Inovasi (2030–2035); (3) Akselerasi Ekspor Pangan Strategis (2035–2040); dan (4) Indonesia Mandiri Pangan dan Lumbung Pangan Dunia (2040–2045). Artikel ini memberikan kerangka konseptual dan strategis menuju kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan, inklusif, dan kompetitif dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Cite
CITATION STYLE
Naufal Nur Mahdi. (2025). Indonesia Mandiri Pangan 2045: Arah Baru, Tantangan dan Strategi Menuju Lumbung Pangan Dunia. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 6(1), 401–415. https://doi.org/10.47687/snppvp.v6i1.1786
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.