Tradisi Nasi Berkat dan Kesuburan Lahan Garapan dalam Praktik Tawasul: Studi Living Qur’an Di Sumatera Utara

  • Husna N
  • Sari M
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ritual agama tidak lagi hanya sekedar mengandung nilai-nilai agama, tetapi juga telah melebar dengan bermuatan sistem perekonomian.  Ritual agama merupakan sebuah aset budaya yang dimiliki oleh masyarakat. Dengan demikian, atraksi Implementasi dari ritual tidak hanya diminati atau diikuti sebagai tempat wisata religi saja,  namun dapat memajukan sumber kemakmuran ekonomi masyarakat melalui kesuburan lahan garapan. Jenis penelitian dalam artikel ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan sosiologi dan antropologi Penelitian ini menggunakan teori Antropologi (Kebudayaandan Agama). Hasil Penelitian ini adalah Praktek tawassul  pada nasi berkat yang dilakukan di Besilam untuk kesuburan lahan garapan ditinjau dari aspek Sosio Religius berbicara tentang fenomena sosial, dan memandang agama sebagai fenomena sosial yang memiliki hubungan antara agama dan masyarakat. Yaitu sampai seberapa jauh agama dan nilai keagamaan memainkan peranan di masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Besuilam percaya bahwa Allah menolong dan memberikan keberkatan dalam lahan pertanian mereka dengan menjadi subur dan memakmurkan masyarakatnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Husna, N., & Sari, M. (2023). Tradisi Nasi Berkat dan Kesuburan Lahan Garapan dalam Praktik Tawasul: Studi Living Qur’an Di Sumatera Utara. Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 5(1), 1–20. https://doi.org/10.59579/qaf.v5i1.4179

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free