Abstract
Ritual agama tidak lagi hanya sekedar mengandung nilai-nilai agama, tetapi juga telah melebar dengan bermuatan sistem perekonomian. Ritual agama merupakan sebuah aset budaya yang dimiliki oleh masyarakat. Dengan demikian, atraksi Implementasi dari ritual tidak hanya diminati atau diikuti sebagai tempat wisata religi saja, namun dapat memajukan sumber kemakmuran ekonomi masyarakat melalui kesuburan lahan garapan. Jenis penelitian dalam artikel ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan sosiologi dan antropologi Penelitian ini menggunakan teori Antropologi (Kebudayaandan Agama). Hasil Penelitian ini adalah Praktek tawassul pada nasi berkat yang dilakukan di Besilam untuk kesuburan lahan garapan ditinjau dari aspek Sosio Religius berbicara tentang fenomena sosial, dan memandang agama sebagai fenomena sosial yang memiliki hubungan antara agama dan masyarakat. Yaitu sampai seberapa jauh agama dan nilai keagamaan memainkan peranan di masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Besuilam percaya bahwa Allah menolong dan memberikan keberkatan dalam lahan pertanian mereka dengan menjadi subur dan memakmurkan masyarakatnya.
Cite
CITATION STYLE
Husna, N., & Sari, M. (2023). Tradisi Nasi Berkat dan Kesuburan Lahan Garapan dalam Praktik Tawasul: Studi Living Qur’an Di Sumatera Utara. Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 5(1), 1–20. https://doi.org/10.59579/qaf.v5i1.4179
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.