Abstract
Indonesia merupakan negara yang menduduki peringkat kedua di dunia yang memiliki jumlah penduduk tunanetra yaitu sebanyak 3,5 juta jiwa. Di antara mereka ada yang masih memiliki keluarga, tetapi ada juga yang sudah ditinggalkan oleh keluarganya. Mereka yang ditinggalkan itu dititipkan di panti khusus disabilitas. Dalam menjalani kehidupannya mereka membutuhkan alat bantu antara lain, alat bantu baca dan tongkat bantu berjalan seperti yang sudah banyak ditemukan di pasaran. Orang penyandang disabilitas juga dikenal memiliki perasaan yang sensitif, sehingga mereka membutuhkan hiburan. Salah satu dari produk yang dapat menghibur namun belum ditemukannya rancangan khusus untuk mereka yaitu radio. Produk radio yang ada belum memberikan fitur yang dapat memudahkan mereka ketika mengoperasionalkannya. Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis melakukan penelitian dengan tujuan menghasilkan radio khusus untuk penyandang tunanetra yang prosedur penelitiannya diawali dengan pengumpulan data (primer dan sekunder), analisis data, dan diakhiri dengan pengembangan desain. Untuk mendukung penelitian ini data diambil dari para penyandang tunanetra yang tinggal di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Wyata Guna, Bandung dengan teknik wawancara, dan observasi aktivitas antara lain saat mereka mengoperasionalkan alat elektronik.
Cite
CITATION STYLE
Regina Nursyafitri, Sulistyo Setiawan, M. Djalu Djatmiko, & Dedy Ismail. (2022). Perancangan Radio Untuk Penyandang Tunanetra. SERENADE : Seminar on Research and Innovation of Art and Design, 1, 116–120. https://doi.org/10.21460/serenade.v1i1.22
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.