Abstract
Berdasarkan hasil analis situasi kondisi, untuk membuat laporan keuangan yang sesuai standar, tidak hanya diperlukan pedoman seperti standar akuntansi keuangan, tetapi juga diperlukan adanya sumber daya yang memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai. Masalah utama yang dihadapi pengelola Masjid Nidaaul Khoirot saat ini adalah Masjid hanya melakukan pencatatan atas kas masuk dan kas keluar saja, tidak melakukan pencatatan invetarisasi terhadap harta yang dimiliki sehingga nilai ekonomis dari Masjid tidak dapat diketahui. Sehingga, untuk mengatasi permasalahan tersebut tujuan pemberdayaan masyarakat pemula ini adalah mendampingi pengurus masjid Masjid didalam penerapan ISAK 35 dan pengembangan sumber daya Masjid sebagai upaya peningkatan akuntabilitas dana dan manajemen Masjid. Hasil pengabdian ini berupa Sistem Akuntansi Laporan Masjid yang mendukung laporan keuangan masjid semakin akuntabel.
Cite
CITATION STYLE
Setiyono, T. A., Attiq, K., Solovida, G. T., Sulistyowati, E., & Hapsari, W. A. T. (2023). Penerapan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK 35) dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai Upaya Peningkatan Akuntabilitas Dana Masjid Nidaaul Khoirot Semarang. Abdimas Universal, 5(2), 252–257. https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v5i2.334
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.