Abstract
Manggis merupakan salah satu hasil pertanian utama penyumbang devisa tahunan terbesar dari buah-buahan. Manggis menempati urutan pertama ekspor buah segar nasional ke mancanegara. Kulit buah manggis mengandung senyawa aktif yang disebut xanthone yang didapat melalui berbagai metode ekstraksi. Perbedaan metode ekstraksi berpengaruh terhadap kualitas senyawa xanthone. Ekstraksi kulit manggis dapat dilakukan dengan metode konvensional dan non-konvensional. Kualitas ekstraksi senyawa xanthone dapat diukur melalui parameter rendemen, total xanthone, total alpha-mangosteen, total fenol dan nilai IC50. Metode Ekstraksi menggunakan Soxhlet dan maserasi adalah metode yang paling banyak digunakan pada ekstraksi kulit manggis. Metode non-konvensional memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional pada parameter rendemen, total xanthone, total alpha-mangosteen, total fenol dan nilai IC50.
Cite
CITATION STYLE
Tri, R., Yasni, S., Muhandri, T., & Yuliani, S. (2022). PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP KUALITAS EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.). JURNAL UNITEK, 15(2), 198–211. https://doi.org/10.52072/unitek.v15i2.389
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.