Abstract
Artikel ini mendiskusikan sebuah fenomena opera Jawa yang sejak awal dirancang un- tuk media pembelajaran bagi para warga pribumi. Sosok Ki Hadi Sukatno yang pertama kali dipercaya oleh Ki Hadjar Dewantara untuk menggunakan media Langen Carita. Secara khusus, artikel ini membahas Langen Carita Joko Tingkir di masa kini. Kajian artikel ini bersifat kualitatif, dengan menggunakan metode sejarah seni. Sebagaimana dalam metode sejarah, maka di dalam sejarah seni sifat data kualitatif itu dicermati melalui kritik sumber. Langkah kritis ini lazim disebut sebagai langkah heuristik pada metode sejarah. Hal ini di- lakukan untuk mendapatkan sebuah objektivitas pada kajian. Selain itu, pendekatan utama dalam pengkajian ini adalah pendekatan etnokoreologi. Pendekatan ini lazim dilakukan dalam spesifi kasi metode sejarah seni yang agak berbeda dengan metode sejarah. Pendekat- an etnokoreologi adalah pendekatan dengan menempatkan kedudukan tari sebagai objek multidimensional. Dikarenakan objek tari adalah multidemensi, maka diperlukan pengka- jian setiap sisi dimensi yang ada pada objeknya. Etnokoreologi secara metodologis cocok untuk melihat Langen Carita sebagai genre dramatari sebagai sebuah produk budaya
Cite
CITATION STYLE
Pramutomo, R. M., Slamet MD, S. M., & Mulyadi, T. (2018). Langen Carita Jaka Tingkir Opera Edukasi Anak. Panggung, 28(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v28i3.506
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.