PEMETAAN EFEK SPASIAL KEMISKINAN SELURUH KABUPATEN DI INDONESIA

  • Hasibuan S
  • Hasibuan M
N/ACitations
Citations of this article
66Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kemiskinan menjadi salah satu penghambat sulitnya suatu daerah/negara untuk maju. Kemiskinan menyebabkan menurunnya kualitas sumberdaya manusia, akibat ketidakmampuan mengakses pendidikan, kesehatan, nutrisi yang baik yang berimbas pada produktivitas yang melemah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran kemiskinan seluruh kabupaten di Indonesia dengan memakai metode Moran’s Index. Selain itu studi ini juga melihat sebaran spasial kemiskinan secara lokal di setiap kabupaten dengan pendekatan Local Indicator of Spatial Autocorrelation (LISA). Adapun periode data yang digunakan adalah tahun 2019. Hasil studi mengemukakan kantong-kantong kemiskinan di Indonesia sebagian besar terletak di Provinsi Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kabupaten dengan kemiskinan terendah terdapat di kabupaten Provinsi Bali dan Kalimantan Selatan. Hasil perhitungan Uji Moran terdapat autokorelasi positif sebesar 0,474259 yang menunjukkan adanya keterkaitan spasial secara umum di seluruh kabupaten di Indonesia dengan pola yang menggerombol (clustred). Sementara hasil  uji LISA memetakan tingkat kemiskinan penduduk dalam empat kelompok, yakni: terdapat 50 Kabupaten yang berada pada kriteria kabupaten dengan kemiskinan tinggi dikelilingi kabupaten kemiskinan tinggi (high-high), 69 kabupaten yang masuk dalam kriteria kemiskinan rendah dikelilingi kabupaten kemiskinan rendah (low-low), 12 kabupaten pada kriteria kemiskinan rendah, dikelilingi kabupaten kemiskinan tinggi (low-high) dan 5 kabupaten kemiskinan tinggi dikelilingi kabupaten kemiskinan rendah (high-low). Perbedaan tingkat kemiskinan menunjukkan penanganan/penuntasan kemiskinan tidak dapat diseragamkan setiap daerah

Cite

CITATION STYLE

APA

Hasibuan, S., & Hasibuan, M. H. (2021). PEMETAAN EFEK SPASIAL KEMISKINAN SELURUH KABUPATEN DI INDONESIA. REKSABUMI, 1(1), 17–31. https://doi.org/10.33830/reksabumi.v1i1.2058.2022

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free