Abstract
Awal Tahun 2020 terjadi krisis kesehatan bagi Indonesia. Semua manusia merasa khawatir akan terpapar covid-19. Dibutuhkan kerendahhatian dari seluruh elemen masyarakat untuk menyerahkan penanganan pandemi Covid-19 kepada para ahli di bidangnya, termasuk juga penyerahan diri manusia kepada Sang Pencipta covid-19, yaitu Allah s.w.t. Selalu ada sikap-sikap non-ilmiah yang harus dilakukan oleh masyarakat luas dalam menghadapi suatu kondisi tertentu (pandemi Covid-19) sebagai konstruksi berpikir untuk memahami pandemi tersebut. Upaya yang dilakukan oleh santri di pondok pesantren Miftahul Qiro’ah Bojong Mengger Ciceungjing Ciamis untuk memberikan rasa damai, tenang, tidak panik dalam menghadapi kondisi ini adalah dengan pendekatan khalwat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi objek yang alamiah, yaitu aktivitas para santri melakukan khalwat di pondok pesantren Miftahul Qiro’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melawan covid-19 di pondok pesantren Miftahul Qiro’ah adalah dengan menggunakan dua cara pendekatan. Pertama, melalui pendekatan spiritual dengan melakukan khalwat, yaitu semua santri mengasingkan diri di pesantren dengan memfokuskan mendekatkan diri kepada Allah. Kegiatan tersebut mencakup pemaknaan nilai-nilai kemanusiaan yang non material, seperti kebenaran, kebaikan, keindahan, kesucian dan cinta, rohani, kejiwaan sepi dari hiruk pikuk dunia. Kedua, pendekatan dengan secara medis yaitu mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah yang terdiri atas 5M. Semua santri melakukan cuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Cite
CITATION STYLE
Sarja, S. (2021). Upaya Santri Miftahul Qiroâ€TMah Melawan Covid-19 dengan Berkhalwat. JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, 1(2), 161–176. https://doi.org/10.28918/jousip.v1i2.4456
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.