Strategi Politik Hizbut Tahrir dalam Menegakkan Khilafah Islam di Indonesia

  • Manik E
  • Hasanuddin H
N/ACitations
Citations of this article
48Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Strategi Politik Hizbut Tahrir dalam Menegakkan Khilafah Islam di Indonesia. Hizbut Tahrir (HT) sebagai ideologi bertentangan dengan ideologi pemerintah “Pancasila”, tapi tidak dalam organisasi kebijakan. Hal ini terbukti mulai 33 tahun yang lalu sampai sekarang tidak ada konflik antara anggota Hizbut Tahrir dan pemerintah atau organisasi Islam lain. Selanjutnya, HT dibangun tingkat kabupaten 36 dan 315 tingkat lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah strategi Hizbut Tahrir untuk membangun kekhalifahan Islam di Indonesia, dengan menggunakan deskriptif pendekatan eksploratif kualitatif. Penelitian ini menggunakan 4 anggota HT dan 2 akademisi orang dengan pengumpulan data, wawancara dan dokumentasi. Strategi politik Hizbut Tahrir adalah inklusif dengan perekrutan semua orang di semua tingkat seperti teknokrat, mahasiswa, akademisi, ilmuwan dan ulama bahkan lebih pengusaha yang menerima ide-ide. Strategi dakwah HT ekstra parlementer yang menggunakan pendekatan budaya dan struktur politik yang berbeda untuk organisasi Islam lain. Lebih pernah tekanan HT hubungan yang baik kepada pemerintah sampai diakui oleh surat resmi sebagai organisasi tidak dilarang oleh Departemen urusan internal (Kemendagri) dan Kesbangpol RI. Kata Kunci: strategi politik, Hizbut Tahrir, khilafah Islam

Cite

CITATION STYLE

APA

Manik, E. S., & Hasanuddin, H. (2018). Strategi Politik Hizbut Tahrir dalam Menegakkan Khilafah Islam di Indonesia. Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman, 17(1), 61. https://doi.org/10.24014/af.v17i1.5337

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free