DARURAT LITERASI MEMBACA DI KELAS AWAL:

  • Solihin L
N/ACitations
Citations of this article
155Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam upaya membangun SDM yang berkualitas, Indonesia menghadapi masalah rendahnya mutu pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan, khususnya kemampuan literasi membaca di kelas awal sekolah dasar. Padahal siswa yang tidak mampu membaca akan mengalami “efek Mathhew” berupa menurunnya motivasi belajar, rendahnya kemampuan menangkap informasi, berpotensi mengulang kelas, bahkan tidak melanjutkan pendidikan (drop out). Artikel ini berusaha mengkaji persoalan tersebut dan mendiskusikan solusinya. Kami menggunakan data lapangan dari beberapa daerah yang merupakan mitra program INOVASI, antara lain Kabupaten Bulungan, Lombok Utara, serta Sumba Barat Daya dan Sumba Timur. Data dikumpulkan pada medio 2019 melalui wawancara dan diskusi dengan guru, kepala sekolah, pengawas, serta fasilitator daerah pada program INOVASI. Analisis yang kami lakukan menunjukkan terdapat tiga persoalan utama, yaitu rendahnya kompetensi guru, kurikulum yang mengabaikan pelajaran membaca permulaan, serta minimnya sumber daya bacaan. Tiga persoalan ini perlu dipecahkan apabila kita berharap masa depan SDM Indonesia akan lebih berkualitas dan berdaya saing.

Cite

CITATION STYLE

APA

Solihin, L. (2020). DARURAT LITERASI MEMBACA DI KELAS AWAL: Masyarakat Indonesia, 46(1), 34–48. https://doi.org/10.14203/jmi.v46i1.914

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free